Langsung ke konten utama

Jenis - jenis Jagung di Indonesia

Pastinya kawan-kawan petani tidak asing mengenal jenis tanaman yang satu ini,tepat tanaman jagung sangat erat dengan pertanian indonesia dan merupakan salah pengerak perekonomian dibidang pertanian subsektor pangan dan peternakan,bahkan dewasa ini tanaman jagung mejadi warna tersendiri bagi pertanian Indonesia.terlebih pemanfaatan tanaman jagung telah merambah dibagian industri pakan ternak,bahan baku industri kimia dan farmasi.
Mungkin kawan-kawan petani belum mengenal jenis-jenis jagung baik dari varietas dan penggolongan jagung berdasarkan bentuk dan tekstur biji teresebut. Di Indonesia banyak daerah menjadi sentra jagung diantara; Jawa Barat,Jawa Tengah,Jawa Timur,Madura,Yogyakarta,Sulawesi Utara,Sulawesi Selatan,Maluku dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Berdasarkan Tipe Bentuk Biji (Endosperma) dan Tektur Biji Jagung dapat digolongkan menjadi 7 tipe jagung :
  1. Jagung Mutiara (Flint corn).Jagung ini banyak dibudidayakan petani di Indonesia karena keunggulanya tahan terhadap hama digudang pada saat penyimpanan.ciri dari jagung mutiara antara lain memiliki bentuk biji yang bulat,sedikit keras,licin dan mengkilap pada permukaan atas biji jagung tersebut.

  2. Jagung Manis (Sweet corn).Jagung manis merupakan salah satu jenis jagung yang paling banyak dibudidaya di Indonesia khususnya,karena rasa manis dan banyak dijadikan jajanan pasar aneka rasa.ciri dari jagung manis antara lain bulat,lembut,dan banyak mengandung kadar gula yang terdapat pada pati jagung tersebut.

  3. Jagung Gigi Kuda (Dent corn).Jagung gigi kuda adalah tipe jagung sangat populer dan disukai di Amerika dan Eropa.ciri dari jagung kuda ini berbentuk pipih,berlekuk,besar,bagian keras pada biji terdapat pada ditengah sampai ujung biji tersebut,mudah kehilangan air sehingga cepat sekali biji mengerut dan keras.

  4. Jagung Pod (Pod corn).Jenis jagung pod merupakan salah jenis primitif karena seluruh biji jagung tertutup oleh glume atau kelobot,jenis jagung ini jarang sekali dibudidayakan secara komersil sehingga tidak jarang petani jagung yang mengetahui jenis jagung tersebut.

  5. Jagung Brondong (Pop corn).Jenis jagung brondong  banyak dijadikan cemilan atau jajanan ringan atau lebih umum dikenal dengan Popcorn.ciri dari jagung popcorn ini biji berukuran kecil,endospern banyak mengandung air sehingga pada saat dilakukan pemanasaan pada biji tersebut akan membesar dan pecah.

  6. Jagung Ketan atau Pulut (Waxy corn).Jenis jagung ketan atau pulut lebih populer digunakan sebagai bahan perekat dan bahan campuran makanan karena seluruh kandungan pati jagung ini mengandung 100 persen (%) amilopektine.

  7. Jagung Tepung (Floury corn)Jenis jagung floury corn banyak dibudidayakan Negara Amerika Selatan tetapnya di Peru dan Bolivia,ciri khusus pada jenis jagung ini mengandung pati yang lunak,bentuk biji pipih,tipis dan keras.

    Semoga artikel ini bisa bermanfaat dan berguna.
    Salam pertanian

Komentar

Postingan populer dari blog ini

LEBARAN

Lebaran adalah perjalanan yang membuat kita memahami bahwa Lebaran tidak selalu bahagia. Beberapa orang ada yang kehilangan, beberapa orang ada yang tidak pulang, Ada yang perutnya tidak kenyang, ada yang harum rumahnya sepi, ada yang merindukan gelak tawa, ada yang tidak tahu harus apa. Ternyata makna Lebaran adalah memaafkan itu semua. Memaafkan keadaan, memaafkan kejadian, memaafkan ketidakbahagiaan. Bahwa terkadang hidup harus kita rayakan dengan tertawa, terkadang juga dengan air mata.

Organ Target Akar

MAKALAH Rekayasa Teknologi Produksi Organ Target Akar pada Tanaman Suweg ( Amorphophallus paeoniifolius ) Untuk memenuhi tugas mata kuliah Rekayasa Teknologi Produksi Tanaman Disusun oleh: Rizki Saddik Ismail                150510160013 Fakultas Pertanian - Universitas Padjadjarann Jalan Raya Bandung Sumedang Km. 21, Jatinangor, Jawa Barat. 2017 Kata Pengantar Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas kehendak-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Rekayasa Teknologi Produksi Organ Target Akar pada Tanaman Suweg (Amorphophallus paeoniifolius)”.   Makalah ini disusun untuk memberikan pengetahuan tentang salah satu kegiatan yang digunakan untuk merekayasa teknologi produksi organ target akar pada tanaman suweg. . Penulis menyadari makalah ini masih memiliki kekurangan, sehingga penulis berharap para pembaca dapat turut memberikan sara...