BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dalam budidaya padi di Indonesia petani umumnya mengalami kendala biologi seperti serangan hama wereng cokelat (Hanarida & Soewito 1993) dan hama penggerek batang padi (Pathak & Khan 1994). Menurut Badan Pusat Statistik (2002), dari 112.918 ha area pertanaman padi di 29 propinsi di Indonesia, menunjukkan adanya intensitas serangan penggerek batang padi sebesar 39.08%. Perakitan kultivar padi unggul yang resisten merupakan pilihan yang murah dan efektif untuk pengendalian hama tersebut. Permasalahan yang dihadapi dalam pengembangan kultivar padi yang resisten adalah tidak tersedianya plasma nutfah padi, termasuk varietas-varietas lokal, dengan tingkat ketahanan yang tinggi terhadap hama tersebut untuk dijadikan sebagai tetua dalam program pemuliaan tanaman. Oleh karena itu, alternatif teknologi rekayasa genetika untuk mengembangkan plasma nutfah padi transgenik yang resisten terhadap hama wereng cokelat dan penggere...
Selamat datang di versi sebenarnya aku