Langsung ke konten utama

Postingan

LEBARAN

Lebaran adalah perjalanan yang membuat kita memahami bahwa Lebaran tidak selalu bahagia. Beberapa orang ada yang kehilangan, beberapa orang ada yang tidak pulang, Ada yang perutnya tidak kenyang, ada yang harum rumahnya sepi, ada yang merindukan gelak tawa, ada yang tidak tahu harus apa. Ternyata makna Lebaran adalah memaafkan itu semua. Memaafkan keadaan, memaafkan kejadian, memaafkan ketidakbahagiaan. Bahwa terkadang hidup harus kita rayakan dengan tertawa, terkadang juga dengan air mata.

SEPTEMBER "S"-NYA SEDIH

Tidak apa-apa untuk bersedih dan mengakui bahwa kamu tidak harus selalu kuat. Di saat malang menghampiri, saat kekecewaan datang, atau saat luka menyapa, kamu boleh saja untuk tidak baik-baik saja. Berpura-pura bahwa semuanya baik hanya akan membebani jiwa. justru dengan jujur pada perasaan sendiri, kamu memberi ruang untuk pulih dan tumbuh dengan lebih utuh.

TAK BENAR-BENAR LUPA

Aku nggak benar-benar lupa, aku cuma belajar pura-pura kuat. Setiap ingatan tentangmu datang seperti hujan, diam-diam, deras, dan meluluh lantakkan. Aku tak bicara apa-apa, hanya menunduk dan menahan air mata yang selalu kalah. Rindu ini tidak pernah pergi, ia hanya diam, menunggu aku lelah menyangkalnya.

LELAH UNTUK MENGELUH

Akhir-akhir ini rasanya sering banget ngerasa kecewa, semua hal yang ada di sekitar rasanya gak sesuai dengan apa yang aku inginkan. Semua sudah tersusun rapi begitu juga dengan ekspektasinya, tapi ternyata hasilnya aku harus lebih sabar. Rasanya ingin berhenti dan menjalani kehidupan seperti biasanya, tapi semua sudah terlanjur. Aku sudah sampai sejauh ini, jauh sekali aku melangkah.  Aku terlalu berharap untuk sesuatu hal yang belum terjadi, aku juga terlalu takut jika semua tak sesuai harapanku. Ketika semua tak sesuai keinginan aku hanya bisa menyalahkan diri sendiri, padahal aku sudah berusaha semaksimal mungkin.  Aku harus bagaimana lagi untuk menjalani semuanya? Apakah keinginanku terlalu berlebihan? Sesungguhnya aku sudah terlalu lelah untuk mengeluh.

BERDAMAI

Di balik kepribadianku yang selalu di pandang buruk ini, tidak ada satupun orang yang tau seberat apa aku bertahan untuk tetap hidup. Tidak ada yang tau secapek apa aku nerima diri sendiri.  Tidak ada yang tau sekeras apa aku berjuang sendirian untuk berdamai dengan hal hal yang sulit diterima.

BERHENTI BERJUANG

Aku nggak pernah benar-benar pergi. Aku cuma berhenti berjuang saat kamu berhenti peduli. Kamu yang perlahan mendorongku menjauh, seolah keberadaanku nggak lagi berarti. Padahal aku datang dengan ketulusan yang nggak setengah-setengah. Tapi ternyata, ketulusan juga bisa kalah saat yang diperjuangkan justru jadi alasan luka paling dalam.

SADAR DIRI

Finally aku sudah sampai di tahap menyerah. Jagalah dirimu baik-baik, kejarlah apa yang membuatmu bahagia, maafkan aku mencuri waktumu selama ini. Aku tak marah, tak benci, tak dendam hanya aku sadar diri ini banyak kekurangan.

AKU TERLALU LELAH UNTUK MENGELUH (3)

Akhir-akhir ini rasanya sering banget ngerasa kecewa, semua hal yang ada di sekitar rasanya gak sesuai dengan apa yang aku inginkan. Semua sudah tersusun rapi begitu juga dengan ekspektasinya, tapi ternyata hasilnya aku harus lebih sabar. Rasanya ingin berhenti dan menjalani kehidupan seperti biasanya, tapi semua sudah terlanjur. Aku sudah sampai sejauh ini, jauh sekali aku melangkah.  Aku terlalu berharap untuk sesuatu hal yang belum terjadi, aku juga terlalu takut jika semua tak sesuai harapanku. Ketika semua tak sesuai keinginan aku hanya bisa menyalahkan diri sendiri, padahal aku sudah berusaha semaksimal mungkin.  Aku harus bagaimana lagi untuk menjalani semuanya? Apakah keinginanku terlalu berlebihan? Sesungguhnya aku sudah terlalu lelah untuk mengeluh.

AKU TERLALU LELAH UNTUK MENGELUH (2)

Dari semua orang yang terpenting dalam hidupmu, jangan pernah lupa untuk menaruh dirimu dalam urutan pertama. Kamu boleh menjalin sebanyak apapun hubungan, seerat apapun hubungan dengan manusia, namun jangan pernah bergantung sepenuhnya padanya. Gantungkanlah sepenuhnya pada dirimu sendiri. Kamu harus siap jika suatu saat hanya ada dirimu sendiri yang dapat kamu andalkan.

AKU TERLALU LELAH UNTUK MENGELUH

Maaf jika pada akhirnya aku belum bisa memberikan yang terbaik. Maaf jika pada akhirnya kamu terluka atas semua perbuatan yang aku lakukan. Pergilah dengan semua luka mu yang tak bisa disembuhkan olehku. Biarkan aku di sini sendiri, menikmati luka yang ada hingga nanti seiring berjalannya waktu luka itu akan sembuh juga.  Aku sudah cukup lelah untuk berkeluh kesah. Aku cukupkan sampai di sini, see u orang baik.